Sholat jenazah almarhum YBH Haji Raja Rivai Rachman sebelum diberangkatkan ke pekanbaru.(foto istimewa)
PEKANBARU (perepat.com)–Mantan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Drs H Raja Riva’i Rahman, wafat hari ini Senin 10 Dzul Qo’idah 1442 (21 Juni 2021), pas sebulan persis menjelang ‘Id al-Adhha. Berpulang di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pukul 04:20 shubuh.
Sebelum wafat, Wagubri pada masa Gubernur Riau ke-7, YBH H Saleh Djasit, SH (1998) sebelum digantikan H Raja Abdul Aziz (wafat di Tanjungpinang, Ahad 8 Jumadil Awwal 1438 [5 Februari 2017] itu, almarhum merasakan sesak napas, sebut menantunya Sandy Hudioro.
Segera dibawa ke RSPI dan setelah diperiksa ada sedikit masalah di paru-paru. Itulah kemungkinan takdir penyebab ajalnya.
Semula, rencana pemberangkatan jenazahnya dengan penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA) penerbangan kedua, pukul 16.00 WIB petang. Namun keterangan dari kerabat almarhum, Tuan Raja H Marjohan Yusuf, dimajukan ke pukul 14.25 WIB dengan pesawat yang sama.
Diperkirakan In sya’a Allah telah mendarat di Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim (SSK) II pukul 16.10 WIB petang ini.
“Jenazah disholatkan sebelum diberangkatkan ke Bandara Soeta (Soekarno-Hatta, red.). Kini, pesawat telah berangkat,” tukasnya menegaskan
Dimakamkan di Gobah
Setiba di Pekanbaru, sebagaimana disampaikan Tuan Mustofa kerabat almarhum yang lainnya, jenazah akan langsung dibawa ke rumah-duka di Jalan Sambu 2 (Komplek Nyamuk, belakang Hotel Arya Dutha).
Jenazah, tukuknya pula, akan disholatkan di Masjid al-Hikmah, Kelurahan Simpangempat di belakang Kantor Dispenda Jalan Cut Nya’ Dien. Dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Datuk Laksamana, Dago (Daerah Gobah), Kelurahan Sukamaju, Pekanbaru – sore ini juga.
“Pemakaman almarhum, keluarga siapkan di Pemakaman Umum Gobah. Ada areal pemakaman untuk keluarga di situ,” ujar Sandy pula.
Mari kita do’akan semoga almarhum diampuni Allaah al-Koiyr al-Ghofiriin, dan keluarga (ahl al-mushibah) tabah menerima takdir yang telah ditetapkan oleh Allah al-Qodir.
“Allaahummaghfirlahu wa arhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu, waj’al jannata maswahu. Allaahummaj’al ahl al-mushibah min ‘ibadika al-shobiriin. Aamiin Yaa Mujiib al-Saa-iliin.”(dan/par)
